Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Mengapa Kita Harus Promo?

Setahun lalu saat saya diminta berbagi sedikit hal tentang kelas peminatan di FLP Ciputat UIN Syarif Hidayatullah, saya ditanyai salah seorang mahasiswa, kira-kira pertanyaannya seperti ini.             “Kak, kalau buku kita sudah terbit, apa yang harus kita lakukan setelah itu?”             Saya tersenyum saat pertanyaan itu dilontarkan dari seorang penulis muda dan pemula ke depan saya. Ayooo ngaku, sebenarnya pertanyaan ini juga pernah nongol di benak kita masing-masing kan? pasca sebuah buku terbit, apakah akan menjadi akhir dari segalanya? :D, euphoria kebahagiaan buku terbit itu luar biasa loh, tapi apa benar itu menjadi akhir segalanya? Sebagian malah lebih ironis lagi, begitu buku sudah terbit, malah berpikir cukup hanya ungkang-ungkang kaki saja lalu per enam bulan kemudian kita akan menerima laporan penjualan. Ketika hari pembagian royalti itu tiba, lalu tiba-tiba mendadak pingsan, karena nilainya di luar dari ekspetasi. Kamu pernah? S

Repost "Aida dan Kartini, Dalam Spirit Literasi" By. Syafaat R Slamet

Rabu, 9 April, seorang sahabat inbox saya  saya mengenalnya dengan nama Mas Syafaat, dia salah satu pemenang di GA buku saya. namun kemudian saling berkomunikasi dengan baik di FB. Mas Syafaat mengirimi saya link artikel yang terkait dengan GA Ada Kartini di dadaku. saya baca kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan berakhir tentang penilaian dia terhadap saya selama ini. saya merasa malu, karena masih banyak karya dan PR yang harus saya lakukan untuk ke depan, terutama berkontribusi untuk anak-anak SMP dan SMA agar lebih senang membaca dan menulis, namun artikel ini bisa dan pasti menjadi doa bagi saya sekaligus mungkin ekspetasi sebagian orang pembaca dan sahabat, semoga Allah kabulkan..dan memudahkan langkah saya ke depan, Inshaa Allah. Artikel ini bisa dibaca juga di sini http://biliksastra.wordpress.com/2014/04/09/aida-dan-kartini-dalam-spirit-literasi/ Aida dan Kartini, dalam Spirit Literasi Banyak yang fasih mengatakan perjuangan Kartini adalah emansipa